Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia menghadapi tantangan awal terkait kondisi pemainnya di Eropa. Dua bek andalan Garuda, Elkan Baggott dan Mees Hilgers, terancam dilepas klub masing-masing secara gratis musim depan. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi pelatih anyar John Herdman dalam menyusun strategi tim.

Herdman sendiri baru akan memulai debutnya di ajang FIFA Series pertengahan Maret mendatang. Dengan mayoritas skuad berasal dari era sebelumnya, stabilitas pemain menjadi penting. Ketidakpastian status Baggott dan Hilgers bisa memengaruhi persiapan tim, terutama dalam membangun chemistry dan performa bertahan Garuda.
Arya Sinulingga, anggota Exco PSSI, menegaskan Herdman tidak akan terburu-buru menambah pemain naturalisasi. Fokus utama pelatih asal Inggris itu adalah mengevaluasi kualitas pemain yang tersedia sebelum mengambil langkah besar, termasuk persiapan menuju Piala AFF 2026.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Elkan Baggott Terbatas di Ipswich
Elkan Baggott, bek tengah berusia 23 tahun, menghadapi tantangan besar di Ipswich Town. Musim ini ia kesulitan mendapat menit bermain reguler karena persaingan ketat di lini belakang tim. Pelatih Kieran McKenna mengakui tiga pemain utama di posisinya hampir tidak pernah absen, sehingga kesempatan Baggott sangat terbatas.
Padahal sebelumnya Baggott tampil impresif saat menjalani masa peminjaman di Blackpool. Penampilan solidnya sempat membuat Ipswich memulangkannya lebih cepat. Namun kenyataannya di tim utama berbeda, ia hanya tampil dua kali di Piala FA dan bahkan dimainkan di posisi bek kiri yang bukan spesialisasinya.
Pundit Inggris Adam Wilkin menilai opsi terbaik adalah mencari klub baru. Hal ini diyakini akan memberi Baggott kesempatan bermain reguler sekaligus menjaga performa agar tetap kompetitif, terutama menjelang agenda internasional bersama Timnas Indonesia.
Baca Juga: Rio Ngumoha Incar Lebih Banyak Menit Bermain di Liverpool
Ketidakpastian Mees Hilgers di Twente

Sementara itu, Mees Hilgers menghadapi situasi serupa di FC Twente. Cedera yang dialaminya serta belum tercapainya kesepakatan kontrak baru membuat masa depan bek asal Belanda itu berada dalam tanda tanya. Ia bahkan belum bermain pada paruh kedua musim 2025/2026.
Kontrak Hilgers akan berakhir pada Juni 2026. Hal ini membuat Twente berisiko kehilangan pemain Timnas Indonesia secara gratis. Media Belanda, Football Transfers, melaporkan bahwa PSV Eindhoven tertarik memanfaatkan situasi tersebut sebagai opsi murah untuk memperkuat lini belakang mereka.
Meski peluang bergabung ke klub besar terbuka, persaingan ketat di PSV membuat jaminan menit bermain tidak pasti. Hilgers harus mempertimbangkan baik-baik opsi transfer agar tetap dalam kondisi optimal menjelang ajang internasional 2026.
Tantangan Herdman Menyambut FIFA Series
Situasi Baggott dan Hilgers menjadi perhatian khusus bagi John Herdman. Sebagai pelatih baru, Herdman membutuhkan pemain yang aktif dan kompetitif di level klub agar performa Timnas Indonesia maksimal. Kekurangan menit bermain dapat memengaruhi kondisi fisik dan ritme permainan kedua bek.
Herdman diyakini akan memantau perkembangan kedua pemain secara intensif. Ia harus membuat keputusan strategis terkait siapa yang dapat diandalkan dalam FIFA Series 2026 tanpa mengganggu dinamika tim. Keputusan ini penting untuk membangun fondasi jangka panjang bagi skuad Garuda.
Dengan agenda internasional yang padat sepanjang 2026, Herdman juga perlu menyiapkan alternatif. Memastikan pemain tetap dalam kondisi terbaik akan menentukan hasil tim di ajang FIFA Series maupun kompetisi regional berikutnya. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballza88.com.
